Kelebihan Dan
Kekurangan ipv4
IPV4
Internet Protocol addresss (alamat IP) merupakan suatu komponen
vital dalam dunia internet, karena lamat IP dapat di katakan sebagai identitas
dari pemakai internet, sehingga antara satu alamat dengan alamat lainnya tidak
boleh sama. Pada awal perkembangan internet digunakan IPv4 yang penggunaanya
masih di rasakan sampai sekarang. Internet Protocol (IP) pada awalnya di
rancang untuk memfasilitasi hubungan antara bebrapa organisasi yang tergabung
dalam departemen pertahanan Amerika yaitu Advanced Research Project Agency
(ARPA). Sebelum terciptanya IP, jaringan memiliki peralatan dan protocol tersendiri
yang di gunakan untuk saling berhubungan, sehingga mainframe vendor A tidak
dapat berkomunikasi dengan minicomputer pada vendor B, begitupun sebaliknya.
Dari permasalahan tersebut, kemudian di buatlah suatu protocol yang dapat di
gunakan secara umum untuk menyatukan berbagai perbedaan dalam penggunaan
perangkat yang terhubung di dalam jaringan. Protocol tersebutlah yang sampai
saat ini masih mendominasi dalam pemakaiannya oleh masyarakat banyak, yaitu
Internet Protocol versi 4 (IPv4).
Pembagian Kelas IPv4
Kelas IP address IPv4 terdiri atas 32 bit angka binary. Alamat
IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi ke dalam dua buah bagian, yakni:
1.
Network Identifier
atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk
mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada. Semua sistem di dalam
sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat Network identifier yang
sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah internetwork.
Alamat Network Identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.
2.
Host Identifier atau
Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan
alamat host di dalam jaringan. Nilai Host Identifier tidak boleh bernilai 0
atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier di mana ia berada.
Ada 3 kelas address yang utama dalam TCP/IP, yakni kelas A,
kelas B dan kelas C. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian
jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan
kelas ini dilakukan dengan cara berikut :
- Kelas
A
Ciri-ciri dari kelas A
adalah jika bit pertama bernilai 0, kelas ini untuk konfigurasi jaringan yang
berskala besar. Dari angka 0 sampai 7 bit berikutnya merupakan bit network dan
24 bit selanjutnya dinamakan bit host. Dengan demikian hanya ada 128 network
kelas A, yakni dari nomor 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx, tetapi setiap
network dapat menampung lebih dari 16 juta (2563) host (xxx adalah variabel,
nilainya dari 0 s/d 255). Range addressnya mulai dari 1 – 126.
- Kelas
B
Ciri-ciri dari kelas B
adalah jika 2 bit pertama bernilai 10, maka 14 bit berikutnya (16 bit pertama)
merupakan bit network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit host. Dengan
demikian terdapat lebih dari 16 ribu network kelas B (64 x 256), yakni dari
network 128.0.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx. Setiap network kelas B mampu menampung
lebih dari 65 ribu host (2562). kelas ini untuk konfigurasi jaringan berskala
menengah sampai yang berskala besar. Range addressnya mulai dari 128 – 191.
- Kelas
C
Ciri-ciri dari kelas C
adalah jika 3 bit pertama bernilai 110, maka 21 bit berikutnya (24 bit pertama)
merupakan bit network sedangkan 8 bit terakhir merupakan bit host. Dengan
demikian terdapat lebih dari 2 juta network kelas C (32 x 256 x 256), yakni
dari nomor 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya
mampu menampung sekitar 256 host. kelas ini untuk konfigurasi jaringan berskala
kecil. Range addressnya mulai dari 192 – 223.
Selain ke tiga kelas di atas, ada 2 kelas lagi yang ditujukan
untuk pemakaian khusus, yakni kelas D dan kelas E. Jika 4 bit pertama adalah
1110, IP Address merupakan kelas D yang digunakan untuk multicast address,
yakni sejumlah komputer yang memakai bersama suatu aplikasi (bedakan dengan
pengertian network address yang mengacu kepada sejumlah komputer yang memakai
bersama suatu network). Salah satu penggunaan multicast address yang sedang
berkembang saat ini di Internet adalah untuk aplikasi real-time video
conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint), menggunakan
Multicast Backbone (MBone). Kelas terakhir adalah kelas E (4 bit pertama adalah
1111 atau sisa dari seluruh kelas). Pemakaiannya dicadangkan untuk kegiatan
eksperimen.
Kelebihan IPv4
Kelebihan IPv4
1.
Tidak mensyaratkan
ukuran paket pada link-layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran
576 byte.
2.
Pengelolaan rute
informasi yang tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup hanya
bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di router,
menjadi kecil. Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi tersebut
dapat secara bebas memberikan address bagian host pada masing-masing hostnya.
Kekurangan IPv4
1.
Panjang alamat 32 bit
(4bytes).
2.
Dikonfigurasi secara
manual atau DHCP IPv4.
3.
Dukungan terhadap
IPSec opsional.
4.
Fragmentasi dilakukan
oleh pengirim dan pada router, menurunkan kinerja router.
5.
IPv4 yang hanya
memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai
4,294,967,296 alamat). IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada
kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi,
sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja.
IPV6
IPv4
(Internet Protokol v4) didefinisikan
oleh The Internet Engineering Task Force (IETF) adalah versi
pertama protokol internet yang digunakan pada tahun 1981, Menggunakan Versi 4
karena telah dilakukan 4 kali revisi pada sistem ini, Protokol ini digunakan
untuk melakukan komunikasi antar komputer. IPv4 ditetapkan
dengan panjang 32 bit, IPv4 memungkingkan 232 IP yang
berarti sekitar 4,294,967,296 Prokol komputer dapat terhubung
ke internet.
Meskipun Alamat IPv4 cukup besar dalam jumlah 32
bit, tetapi alokasi dan penggunaan tidak cukup efisien untuk menahan
pertumbuhan lalu lintas internet. Pertumbuhan masa depan internet dipetaruhkan,
Karena alokasi Ipv4 yang sangat terbatas dan alokasi yang sudah hampir habis.
Mengapa IPv6 bukan IPv5, pada tahun 1980-an, IPv5 digunakan sebagai Protokol
Percobaan dan sampai saat ini tidak pernah digunakan, IPv5 biasanya disebut
sebagai Protokol Streaming, Jadi Penerus Langsung dari IPv4adalah IPv6.
IPv6 (Internet Protokol v6) dikembangkan sejak tahun 1998, Alamat dalam IPv6 ditetapkan 128
bit sehingga alamat IP lebih banyak dan dapat dialokasikan untuk
komputer serta perangkat lain yang terhubung ke internet. Keuntungan
digunakannya IPv6 karena menggunakan 128 bit, Jadi
IPv6 dapat menampung triliun alamat.
Berikut ini Perbedaan antara IPv4 dengan IPv6 ;
|
IPv4
|
IPv6
|
|
Panjang alamat 32 bit.
|
Panjang alamat 128 bit.
|
|
Konfigurasi secara manual atau DHCP
|
Bisa menggunakan address autoconfiguration
|
|
Dukungan terhadap IPsec Opsional
|
Dukungan terhadap IPsec Dibutuhkan
|
|
Checksum termasuk pada Header
|
Checksum tidak masuk dalam Header
|
|
Menggunakan ARP Request secara broadcast untuk
menterjemahkan alamat IPv4 ke alamat link-layer
|
ARP Request diganti oleh Neighbor Solitcitation secara multicast
|
|
Untuk Mengelola grup pada subnet lokal digunakan Internet Group
Management protocol (IGMP)
|
IGMP telah digantikan fungsinya oleh Multicast Listener
Discovery (MLD)
|
|
Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan ada router, menurunkan
kinerja router
|
Fragmentasi dilakukan hanya oleh pengirim
|
|
Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan harus bisa
menyusun kembali paket berukuran 576 byte.
|
Paket Link Layer harus mendukung ukuran paket 1280 byte dan
harus bisa menyusun kembali paket berukuran 1500 byte
|
Kelebihan Ipv6 dan
sebagai solusi yang terdapat dalam IPv6 adalah salah satu pemicu percepatan
implementasi, berikut ini Kelebihan-kelebihan menggunakan IPv6 ;
1.
IPv6
merupakan solusi bagi keterbatasan alamat IPv4 (32 bit), IPv6 dengan 128 bit memungkinkan
pengalamatan yang lebih banyak, yang memungkinkan IP-nisasi berbagai perangkat
(PDA, handphone, perangkat rumah tangga, perlengkapan otomotif).
2.
Aspek
keamanan dan kualitas layanan (QoS) yang telah terintegrasi.
3.
Desain
autokonfigurasi IPv6 dan strukturnya yang berhirarki
memungkinkan dukungan terhadap komunikasi bergerak tanpa memutuskan komunikasi
end-to-end.
4.
IPv6
memungkinkan komunikasi peer-to-peer tanpa melalui NAT, sehingga memudahkan proses kolaborasi
/ komunikasi end-to-end: manusia ke manusia, mesin ke mesin, manusia ke mesin
dan sebaliknya.
Kesimpulan : IPv6 merupakan Pengembangan dari versi
sebelumnya yaitu IPv4, dan sebagai solusi akan keterbatasan alamat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar